Loading...

Rabu, 17 Oktober 2012

Hello

Saya pindah blog
ke itsbuilttolast.blogspot.com

Ga nutup kemungkinan tetep akan buka dan nulis di sini :)

see u all in my new blog

cheers

Kamis, 03 Mei 2012

Dia bicara

semalam saya terbangun kira-kira pukul 1 pagi,
entah kenapa seminggu belakangan ini saya bangun selalu tengah malam.
Mungkin sedang banyak yang dipikirkan
mungkin sedang banyak yang ditakutkan
Mungkin sedang banyak yang diharapkan.

Malam ini, saya kembali terbangun
kali ini karena mimpi
Saya bermimpi Tuhan Yesus mendatangi saya dan kekasih saya.
Dia berlutut di depan saya dan memandang wajah saya
tanganNya menyatukan tangan saya dan kekasih saya
kemudian Dia berkata lembut,
"Berdoalah senantiasa anakKu"

Saya kemudian terbangun.
Saya lama termenung dan bertanya kepada diri saya
Kenapa Dia meminta saya berdoa?
Apakah saya kurang berdoa?
Rasanya tidak, saya menjawab kepada diri saya sendiri.
Paling tidak setiap hari saya memiliki devosi kepada beberapa orang kudus dan Tuhan Yesus sendiri
Paling tidak setiap hari saya masih membaca kitab suci.
tapi setelah saya merenung lebih dalam, mungkin yang Tuhan minta adalah waktu pribadi
seperti saya dulu biasa bercerita tentang apapun pada Dia
saat takut
saat saya merasa diintimidasi
saat saya merasa gagal
Saya tiba-tiba rindu saat-saat itu
Saya ingat tiap saya bercerita kepada Dia, masalah mungkin tidak langsung hilang seperti sulap
tapi saya merasakan damai di dalam hati..
Bukankah itu yang Dia janjikan
"damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, damai sejahtera Kuberikan kepadamu"

Saya tiba-tiba ingat
sejak saya pacaran dan bekerja, waktu berkualitas itu seperti berkurang
tidak sedang menyalahkan pacar saya
tidak juga menyalahkan pekerjaan saya
Mungkin saya sendiri yang akhirnya malas untuk meluangkan waktu bicara dan mendengarkan Dia
Saat kita menjalin kasih, bersahabat, bukankah kita berkorban meluangkan waktu.
saya rasa itu yang saya lupa akhir-akhir ini.

Saya menyadari tiba-tiba arti dari mimpi saya
yang mungkin kata orang hanya sekedar mimpi
tapi bagi saya ini teguran keras tentu.
Saya kembali jatuh tertidur dan saya mendengar suara itu
"AnakKu aku merindukanmu"

Ah Bapa, aku juga merindukanmu, maafkan anakMu yang egois ini.
Aku akan meluangkan waktuku untukMu